Bagikan melalui :
Pak, bisa datang ke perusahaan? ini ada yang butuh bimbingan karena target penyelesaiannya sudah mepet. Kasihan jika ia tak diperpanjang kontraknya, permintaan HRD yang peduli pada karyawan baru. Kami mengira ada prosedur dalam program yang perlu diperbaiki. Kami sudah disain program Latihan berpikir Active Learning yang memudahkan peserta latih dalam menyelesaikan penugasan belajar. Tapi mengapa ada permintaan untuk memberikan bimbingan kepada peserta latih?
Kamipun bertemu peserta latih, pertanyaan pertama kami ajukan adalah kode materi apa yang belum diselesaikan dan sudah berapa kali melakukan Latihan berpikir atas kode materi tersebut. Peserta latih menjawab sudah 10 kali tetapi belum lulus pak, nilainya turun naik antara 86 sampai dengan 98. Pernah satu kali capai nilai 98 tetapi turun lagi. Saya harus menyelesaikan penugasan Latihan berpikir ini dengan 2 kali Latihan lagi pak. Bagaimana ini?
Sesungguhnya tak ada orang yang dapat membantu kita untuk dapat menyelesaikan penugasan yang diberikan kecuali kita benar-benar ingin menyelesaikan penugasan ini dengan kesungguhan. Ya pak, saya orang nya mudah lupa. Jadi butuh waktu untuk menyelesaikan penugasan belajar ini. Mari kita evaluasi yang sudah anda lakukan dalam menyelesaikan penugasan ini :
- Apakah anda sudah menjalankan penugasan sesuai dengan SOP yang diberikan.
-
- Kami sudah Menyusun program ini dengan maksimal Latihan 10 kali karena setiap karyawan dijadual Latihan hanya 12 kali dalam sebulan.
- Mengapa 10 kali Latihan, bisa dijamin mampu menyelesaikan sesuai target kelulusan materi? Dengan latihan 3 kali dan ditetapkan nilai terendah adalah 60 maka setiap orang yang berlatih mampu membuka materi bimbingan ketika mencapai nilai 180. Tentunya dengan membaca materi bimbingan nilai yang akan didapatkan naik. Maka 3 kali Latihan karyawan mampu mencapai batas untuk mendapatkan 10 materi yang paling banyak salah. Dengan membaca materi yang terbanyak salah maka karyawan mampu menaikkan nilai latihannya. Setelah itu peserta latih akan mendapatkan bantuan tentang materi yang dikerjakannya salah. Dan ketika melanjutkan Latihan maka peserta latih mendapatkan soal yang dikerjakannya salah sehingga diharapkan ia mampu menyelesaikan dalam 9 kali Latihan.
- Umumnya peserta latih yang mengerjakan Latihan berpikir lebih dari 10 kali, disebabkan tidak mengikuti SOP yang ditetapkan. Pencapaian nilai tentu saja meningkat, tetapi diakhir Latihan maka nilainya akan terus turun naik karena tak membaca bimbingan materi. Kesediaan membaca bimbingan materi sangat membantu untuk mengetahui jawaban yang tepat.
- Apakah anda menghendaki dengan kesungguhan untuk menyelesaikannya?
-
- Persoalan kedua, yaitu apakah peserta latih memiliki kesungguhan untuk menyelesaikan penugasan latihan berpikir Active Learning? Tak ada yang tak dapat diraih oleh manusia, jika benar-benar menghendakinya. Kesungguhan dan kemauan yang menentukan kecepatan karyawan dalam menyelesaikan penugasan belajar. Karyawan benar-benar ingin menyelesaikan penugasan belajar tentu :
- Bersedia mengikuti petunjuk Latihan yang dituangkan dalam SOP menyelesaikan penugasan belajar Active Learning.
- Karyawan juga bisa membuka bimbingan dan membaca materi lebih dari sekali. Tetapi banyak yang tak menghendakinya. Karyawan menjalankan program untuk memenuhi penugasan belajar yang ditetapkan (formalitas). Karyawan demikian akan mendapatkan pengetahuan kerja yang dibutuhkan, mengetahui macam penyimpangan yang terjadi. Karyawan tetap memperoleh pembentukan kebiasaan belajar, terbentuknya sikap sabar dan teliti, melalui metode PAKSA – RELA. HR perlu menjalankan program pengulangan dan melakukan konseling tentang apa yang mereka dapatkan melalui Latihan berpiker Active Learning.
- Menyediakan waktu lebih. Karyawan yang memiliki kesungguhan tentu tak hanya belajar menguasai materi bimbingan pada jadwal yang ditetapkan. Mereka bisa datang kerja lebih awal atau pulang lebih akhir, dan mencoba membuka materi bimbingan tidak dalam jadualnya. Terbukti ada karyawan yang mampu menyelesaikan penugasan belajarnya dengan 2 materi, meskipun dijadual hanya 12 kali Latihan dalam sebulan, karena keterbatasan PC komputer.
Program memang didisain untuk karyawan melakukan pembelajaran mandiri (Self learning), dengan waktu Latihan cukup singkat yaitu 8 sampai dengan 10 menit khusus materi karyawan dan penguasaan pekerjaan bagian yang didisain dengan 25 soal per materi. Sedangkan untuk leader membutuhkan latihan berpikir 12 sampai dengan 18 menit per sekali Latihan. Program sangat mudah dijalankan dalam situasi kerja dan tidak membutuhkan karyawan libur atau tidak bekerja.
Demikian yang dapat kami bagikan. Agar mudah dipahami.
Bila bermanfaat, bagikan melalui :