Bagikan melalui :
Dalam Menyusun Active Learning karyawan
lebih di prioritaskan karyawan paham akan adanya penyimpangan. Dengan karyawan
bisa menyelesaikan Active Learning karyawan maka karyawan sudah paham tentang
penyimpangan yang harus dihindari termasuk potensi penyimpangan yang mungkin
terjadi.
Sebelum diterapkan pada karyawan. Maka HRD
melakukan pengecekan lebih dulu. Apakah materi yang disampaikan berdasar kode
materi yang dibuat telah memenuhi kebutuhan perusahaan. Ketika ditemukan adanya
soal yang tidak sesuai dengan kondisi di perusahaan maka HRD menginformasikan
untuk dilakukan penggantian. Sebaliknya bila ada yang belum masuk dalam materi
Lathan berpikir Active Learning, HRD mengusulkan untuk penambahan soal atau
penggantian soal yang ada. Dengan Langkah ini maka materi yang akan dikerjakamn
oleh karyawan sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan diberikannya macam penyimpangan
diawal Latihan berpikir maka diharapkan semua karyawan dapat memahami
penhyimpangan yang tak boleh dilakukannya. Diharapkan dengan materi awal ini
terjadi penurunan penyimpangan karena karyawan sudah mengetahui macam
penyimpangan. Penyelesaian materi karyawan ini juga memudahkan pihak Pembina
untuk memberikan umpan balik kepada karyawan ketika terjadi penyimpangan.
Materi dengan kode 1xx berisi informasi
penyimpangan baik untuk karyawan magang, karyawan kontrak, karyawan staf dengan
dibedakan kodenya agar memudahkan memantau dan informasi yang diberikan ke
masing status karyawan berbeda-beda, karena kebijakan yang diberlakukan berbeda.
Materi kode 2xx berisi tentang sikap
menerima teguran dimana materi leader lebih difokuskan pada memberi teguran dan
cara memberi teguran, sehingga leader bisa menegur dan karyawan bisa menerima
teguran. Disamping itu kode 2xx ini berkaitan dengan kewajiban dan sikap kerja
karyawan.
Materi kode 3xx berisi tentang nilai-nilai
kerja yang dibutuhkan. Termasuk tentang prinsip benar, fokus kerja vs hasil,
paham sumber keluhan, growth mindset-fixed mindset, financial mindset, healthy
mindset, sehingga karyawan dapat memahami dan dengan pengulangan mampu mengubah
sikap kerjanya.
Materi kode 4 xx
Materi ini berisi permasalahan di bagian
sehingga karyawan di bagian dapat memahami apa yang seharusnya tidak dilakukan.
Disain materi ini tidak seperti kode 1 sampai dengan 3. Materi didisain tidak
sebanyak 25 soal. Jumlah materi ditentukan oleh banyaknya kasus yang terjadi.
Ketika kasus yang dilaporkan oleh HRD tidak terlalu banyak maka jumlah materi
diupayakan masuk dalam bilangan 10, 20 dan 25. Adapun kode materinya disusun
sebagai beikut :
40xx persoalan dibagian penjualan
41xx persoalan di bagian Gudang barang jadi,
Gudang Bahan dan Gudang Bahan , Gudang sparepart dan gudang bahan pembantu
42xx persoalan di bagian pengiriman
43xx persoalan di bagian produksi dan QC
44xx persoalan di bagian R&D dan
Laboratorium
45xx persoalan di bagian Teknik
46xx persoalan di bagian Gudang bahan dan
Gudang bahan pembantu
47xx persoalan di bagian PPIC dan pengadaan
48xx persoalan di bagian Finance dan
accounting
49xx persoalan dibagian HRD, Umum, Sopir
Forklift dan Security
HRD dapat mengatur urutan pemberian materi
untuk karyawan sesuai dengan prioritas perbaikan yang ditargetkan. HRD sudah
siap dengan pengukuran atas hasil yang diharapkan sehingga arah perbaikan
menjadi jelas bagi karyawan dan leader.
Salam improvement
Bila bermanfaat, bagikan melalui :