Bagikan melalui :
Alam semesta diciptakan untuk terus
bergerak, berputar dan melakukan pengulangan sehingga semua bisa berada pada
orbitnya, semua terjaga keseimbangannya dan terjaga ritme dan keteraturannya.
Hidup melalui pengulangan, seorang anak terlahir dengan tak berdaya, dan
kembali menjadi tak berdaya ketika diusia senja. Hari terus berganti, tetapi
ada pengulangan yang terjadi. Waktu juga terus berubah dan tak bisa dihentikan,
tetapi juga melakukan pengulangan. Kegiatan manusia juga mengalami pengulangan
: tidur, bangun, makan, kerja, pulang, istirahat dan tidur kembali.
Mengapa diciptakan pengulangan? Bahkan
dalam kitabnya juga berisi pengulangan. Kata hari terdapat 365 kali disebut.
Sedangkan kata bulan disebutkan 12 kali. Kata dunia disebutkan sebanyak 115
kali, ternyata kata akhirat juga disebutkan 115 kali. Kata Malaikan disebutkan
88 kali, kata iblis juga disebutkan 88 kali. Kata surge disebutkan 77 kali
demikian pula dengan kata neraka ada 77 kali pengulangan. Nampak ada keseimbangan
yang disajikan, ada keadilan yang digambarkan, kitalah yang menentukan pilihan
yang baik dan yang buruk. Kita penentu nasib dan masa depan diri kita. Bukankah
setiap Tindakan perlu diukur 2 kali, timbanglah dan timbanglah.
Kita juga paham bahwa semua keahlian
terlahir karena pengulangan. Pengulangan menghasilkan kecepatan, semakin banyak
dan semakin terbiasa kita melakukannya maka menjadi semakin cepat. Pengulangan
menghasilkan kekuatan, pertama kali lakukan angkat karung besar terasa berat
dan kita tak memiliki kekuatan. Tetapi pengulangan melahirkan kekuatan yang
luar biasa. Pengulangan menciptakan kebiasaan, dan kebiasaan melahirkan
karakter yang membawa kita pada keberhasilan.
Namun pesan itu tak hanya hal positif
tetapi disajikan berimbang. Kita penentu dalam memilik yang positif yang baik
atau yang negative (buruk). Tetapi yang mendatangkan hasil adalah
pengulangannya. Ketika kita memilih berteman dengan orang-orang pesimis,
orang-orang yang senang bergosip, maka kita akan terus mendapatkan banyak
informasi negative dimana suatu saat juga akan berpengaruh pada sikap dan
Tindakan kita. Ketika kita memilih bacaan yang kurang bermanfaat,
perkataan-perkataan buruk maka akan juga berpengaruh pada sikap dan Tindakan
kita.
Siapa yang memiliki tugas untuk terus
mengingatkan, dan tak cukup dengan menyampaikan yang benar tetapi dibutuhkan
kesabaran agar dapat wujudkan hasil. Sebagian Leader merasa sudah pernah
menyampaikan, sudah cukup paham karyawan karena penjelasannya, merasa
karyawannya sudah paham meskipun masih ada saja kasus penyimpangan yang
terjadi. Sebagian yang lain menghendaki sesuatu hal baru yang harus disampaikan
pada karyawan tanpa mempertimbangkan kondisi dan kasus penyimpangan yang ada.
Sebagian lainnya, menyadari bahwa mengulang perkataan tak cukup untuk mengubah
sikap dan Tindakan karyawan. Perlu sikap sabar.
Sebaliknya dibidang HRD juga merasa telah
memberikan pelatihan, merasa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan,
merasa bahwa tugas HRD selesai ketika sudah mendisain pelatihan dan mewujudkan
terealisasinya pelatihan sesuai jadual. Pembinaan menjadi tugas pengawas,
leader yang bertanggung jawab untuk memberikan pembinaan pada bawahannya.
Jika situasinya demikian maka semua pihak
telah melakukan tugasnya dengan baik, meskipun hasil yang dicapai belum
optimal. Masih ada yang bisa dilakukan, masih ada peluang perbaikan yang perlu
dilakukan, masih ada evaluasi yang perlu dijalankan dan yang lebih utama adalah
evaluasi atas diri sendiri. Karena kekuatan besar yang ada didalam diri yang
mampu mengubah semua itu menjadi lebih baik.
Sebagian HRD lainnya, bersedia turun tangan
dengan tak bosannya memberikan pengulangan dalam menyampaikan materi. Terus
mengingatkan karyawan untuk berubah. Ada juga yang lakukan Tindakan cerdik
dengan kembangkan dan jalankan fungsi coaching and counseling terjadual dan
terpantau. HRD cerdik lakukan Langkah tepat untuk hasilkan perubahan dengan
monitoring dan membuat komitmen beserta konsekuensinya Bersama karyawan.
Kita sadari perkataan yang disampaikan tak
membuat orang berpikir kecuali perkataan yang menyakitkan. Ya perkataan
demikian, terus dipikirkan karena sifatnya negatif. Tak ada manfaat kebaikan
tetapi tetap dijalankan. Berpegang pada prinsip I Hear I Forget maka perlu
didisain pelatihan yang membuat karyawan berpikir. Sesuatu yang selalu
dipikirkan maka berpeluang untuk dapat diwujudkan.
Berdasar atas hasil yang pernah dilakukan
dan identifikasi perilaku leader dalam membimbing karyawan serta dampak
pelatihan yang dilakukan bersifat sementara kecuali yang bersifat teknis maka
kami menggagas disain Latihan berpikir Active Learning, yang bekerja pada
sumber masalah. Bukan hanya sekedar mengatasi masalah. Sumber masalah ada pada
diri karyawan, berupa mindset yang ditanam selam kehidupannya. Disinilan keajaiban
repetisi, keajaiban pengulangan diperlukan dalam membentuk mindset, keyakinan
yang berpengaruh pada sikap dan Tindakan kerja karyawan. Lakukan pengukuran
atas dampak perubahannya.
Salam improvement.
Bila bermanfaat, bagikan melalui :