Perubahan Besar dan Cepat



Bagikan melalui :

Perubahan Besar dan Cepat

Penulis : Drs. Psi. Reksa Boeana - Tanggal : 17-Jan-2024





Perbaikan adalah kunci agar dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Sumber perbaikan adalah penyimpangan, masalah, komplain, saran dan benchmark. Penting bagi kita untuk mendokumentasikan sumber perbaikan ini untuk mewujudkan continuous improvement dan improvement never ending, karena kita bekerja dengan manusia. Manusia tempatnya salah dan khilaf. Peningkatan kinerja produktifitas adalah melakukan upaya pengembangan SDM.

Sumber perubahan adalah manusia. Ketika menghendaki perubahan besar maka ajaklah seluruh SDM perusahaan untuk berubah. Mengajak berubah berarti memberikan pelatihan ke seluruh SDM perusahaan agar bersedia berubah. Menghendaki perubahan cepat berarti membekali seluruh SDM memiliki persepsi yang tepat tentang disiplin dan penyimpangan serta membekali mereka dengan studi kasus yang menjadi sumber ide berubah. Ketika semua SDM paham tentang jam pembuangan sampah, paham mengapa sampah dibuang pada jam tertentu, paham jika semua kardus harus dikempeskan dan paham harus ada pengawas yang mengijinkan pelaksanaan pembuangan sampah, maka standart pembuangan sampah akan segera terwujud dan bisa dipertahankan.

Ketika semua karyawan paham bahwa sikap tepat ketika mengetahui penyimpangan adalah mengingatkan. Tak cukup dengan mengingatkan, mereka juga melaporkan. Inilah sikap sampaikan yang benar dengan sabar. Sabar bukan berarti melakukan tindakan yang sama. Sabar berarti bersedia terus melakukan hingga perubahan terjadi. Ketika semua karyawan juga paham bahwa perbuatan menyimpang merepotkan atasan, menyebabkan atasan marah, menjadi kerjaan tambahan pada atasan maka kecepatan perubahan menjadi dapat diwujudkan.

Sumber perubahan adalah manusia, apakah yang berubah dalam diri manusia? Pengetahuan, Pendidikan tidak mengalami perubahan tetapi penambahan, maka simbolnya plus plus. Karena manusia tidak berubah pengetahuannya tetapi bertambah. Pengalaman kerja juga bukan perubahan, pengalaman kerja terus bertambah. Simbol untuk penambahan adalah plus plus. Simbol plus plus ini tak memerlukan upaya yang keras, karena tinggal menambahkan. Oleh sebab itu penambahan pengetahuan, Pendidikan dan pengalaman belum tentu menghasilkan kinerja yang optimal.

Karyawan yang tidak tahu, cukup dengan diberi tahu maka mereka sudah memiliki pengetahuan. Apa saja pengetahuan yang diperlukan dalam dunia kerja, maka banyak perusahaan telah melakukannya dengan memberitahukan melalui pengarahan, orientasi, standarisasi SOP sampai pada evaluasi kinerja. Banyak yang paham jika terlambat adalah penyimpangan, pengetahuan ini sudah diajarkan 12 tahun lebih didunia Pendidikan. Tetapi hingga kini masih ada karyawan yang biasa terlambat datang kerja, bahkan ada yang tidak terima ketika diberikan teguran.

Berubah berarti berbicara vector. Simbol perubahan adalah minus dan plus. Arah pergerakkan yang menentang kebijakan perusahaan menjadi berjibaku memperjuangkan diri untuk menghasilkan kontribusi. Apa yang ada dalam diri manusia dan menjadi penyebab kelambanan atau percepatan. Usaha manusia ditinjau dari hukum fisika W = m x a x S. berarti percepatan itu memiliki arah negatif atau positif. Tugas HRD adalah membentuk agar SDM memiliki arah yang sama dengan kebijakan manajemen.

Perusahaan ibarat perahu yang berlayar menuju tujuan. Jika ada yang tidak sejalan maka akan memberatkan upaya pancapaian tujuan. Semakin besar bobot dan pengalaman orang yang berpengaruh negative maka semakin besar daya penolakan terhadap perubahan. Sikap yang menentukan arah tindakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Ketika karyawan memiliki pemikiran, buat apa saya harus kerja keras, disiplin, hasilkan kinerja yang baik bahkan lakukan perbaikan diri  jika pendapatan yang saya peroleh tetap tak mengalami perubahan. Semakin keras saya bekerja semakin senang bos, semakin kaya bos. Sedangkan saya memiliki penghasilan tetap, bahkan evaluasi kenaikan gaji ya sama dengan karyawan lain yaitu setahun sekali disaat musim kenaikan gaji. Pendapatan saya sebagai karyawan sudah dihitung dan dibatasi.

Disinilah peran HRD membuat program pelatihan yang dapat mengubah mindset yang menentukan sikap karyawan. HRD fokus pada perubahan bukan hanya penambahan. Karyawan sebagai manusia bukan hidupnya hanya untuk bekerja, mendapatkan pengetahuan tentang kerja. Mereka juga butuh nilai, perhatian, bimbingan dan coaching bagi kemajuan hidupnya. Ketika mereka mengalami kemajuan dalam kehidupannya maka pekerjaannya juga menjadi optimal. Active Learning bisa dijadikan pilihan alternative dalam membentuk mindset demikian.

Pembentukan mindset tak cukup dengan diberitahu sekali. Tak berpengaruh dengan diberitahu berkali-kali. Mindset dibentuk oleh pikiran pekerja sendiri dan berulang kali dipikirkannya. Pemberitahuan tak membuat karyawan berpikir. Tetapi dengan pertanyaan manusia menjadi berpikir (lihat apa penyebab manusia berpikir). Apa yang terus dipikirkan akan menjadi tindakan. Taburlah pikiran, maka kita menuai Tindakan. Selamat kembangkan program berpikir.

Salam improvement


Bila bermanfaat, bagikan melalui :