Bagikan melalui :
Perbaikan adalah kunci agar dapat
meningkatkan daya saing perusahaan. Sumber perbaikan adalah penyimpangan,
masalah, komplain, saran dan benchmark. Penting bagi kita untuk
mendokumentasikan sumber perbaikan ini untuk mewujudkan continuous improvement
dan improvement never ending, karena kita bekerja dengan manusia. Manusia
tempatnya salah dan khilaf. Peningkatan kinerja produktifitas adalah melakukan
upaya pengembangan SDM.
Sumber perubahan adalah manusia. Ketika
menghendaki perubahan besar maka ajaklah seluruh SDM perusahaan untuk berubah.
Mengajak berubah berarti memberikan pelatihan ke seluruh SDM perusahaan agar
bersedia berubah. Menghendaki perubahan cepat berarti membekali seluruh SDM
memiliki persepsi yang tepat tentang disiplin dan penyimpangan serta membekali
mereka dengan studi kasus yang menjadi sumber ide berubah. Ketika semua SDM
paham tentang jam pembuangan sampah, paham mengapa sampah dibuang pada jam
tertentu, paham jika semua kardus harus dikempeskan dan paham harus ada
pengawas yang mengijinkan pelaksanaan pembuangan sampah, maka standart
pembuangan sampah akan segera terwujud dan bisa dipertahankan.
Ketika semua karyawan paham bahwa sikap
tepat ketika mengetahui penyimpangan adalah mengingatkan. Tak cukup dengan
mengingatkan, mereka juga melaporkan. Inilah sikap sampaikan yang benar dengan
sabar. Sabar bukan berarti melakukan tindakan yang sama. Sabar berarti bersedia
terus melakukan hingga perubahan terjadi. Ketika semua karyawan juga paham
bahwa perbuatan menyimpang merepotkan atasan, menyebabkan atasan marah, menjadi
kerjaan tambahan pada atasan maka kecepatan perubahan menjadi dapat diwujudkan.
Sumber perubahan adalah manusia, apakah
yang berubah dalam diri manusia? Pengetahuan, Pendidikan tidak mengalami
perubahan tetapi penambahan, maka simbolnya plus plus. Karena manusia tidak
berubah pengetahuannya tetapi bertambah. Pengalaman kerja juga bukan perubahan,
pengalaman kerja terus bertambah. Simbol untuk penambahan adalah plus plus.
Simbol plus plus ini tak memerlukan upaya yang keras, karena tinggal
menambahkan. Oleh sebab itu penambahan pengetahuan, Pendidikan dan pengalaman
belum tentu menghasilkan kinerja yang optimal.
Karyawan yang tidak tahu, cukup dengan
diberi tahu maka mereka sudah memiliki pengetahuan. Apa saja pengetahuan yang
diperlukan dalam dunia kerja, maka banyak perusahaan telah melakukannya dengan
memberitahukan melalui pengarahan, orientasi, standarisasi SOP sampai pada
evaluasi kinerja. Banyak yang paham jika terlambat adalah penyimpangan,
pengetahuan ini sudah diajarkan 12 tahun lebih didunia Pendidikan. Tetapi
hingga kini masih ada karyawan yang biasa terlambat datang kerja, bahkan ada
yang tidak terima ketika diberikan teguran.
Berubah berarti berbicara vector. Simbol
perubahan adalah minus dan plus. Arah pergerakkan yang menentang kebijakan
perusahaan menjadi berjibaku memperjuangkan diri untuk menghasilkan kontribusi.
Apa yang ada dalam diri manusia dan menjadi penyebab kelambanan atau
percepatan. Usaha manusia ditinjau dari hukum fisika W = m x a x S. berarti
percepatan itu memiliki arah negatif atau positif. Tugas HRD adalah membentuk
agar SDM memiliki arah yang sama dengan kebijakan manajemen.
Perusahaan ibarat perahu yang berlayar
menuju tujuan. Jika ada yang tidak sejalan maka akan memberatkan upaya
pancapaian tujuan. Semakin besar bobot dan pengalaman orang yang berpengaruh
negative maka semakin besar daya penolakan terhadap perubahan. Sikap yang
menentukan arah tindakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
Ketika karyawan memiliki pemikiran, buat
apa saya harus kerja keras, disiplin, hasilkan kinerja yang baik bahkan lakukan
perbaikan diri jika pendapatan yang saya
peroleh tetap tak mengalami perubahan. Semakin keras saya bekerja semakin
senang bos, semakin kaya bos. Sedangkan saya memiliki penghasilan tetap, bahkan
evaluasi kenaikan gaji ya sama dengan karyawan lain yaitu setahun sekali disaat
musim kenaikan gaji. Pendapatan saya sebagai karyawan sudah dihitung dan
dibatasi.
Disinilah peran HRD membuat program
pelatihan yang dapat mengubah mindset yang menentukan sikap karyawan. HRD fokus
pada perubahan bukan hanya penambahan. Karyawan sebagai manusia bukan hidupnya
hanya untuk bekerja, mendapatkan pengetahuan tentang kerja. Mereka juga butuh
nilai, perhatian, bimbingan dan coaching bagi kemajuan hidupnya. Ketika mereka
mengalami kemajuan dalam kehidupannya maka pekerjaannya juga menjadi optimal.
Active Learning bisa dijadikan pilihan alternative dalam membentuk mindset
demikian.
Pembentukan mindset tak cukup dengan diberitahu
sekali. Tak berpengaruh dengan diberitahu berkali-kali. Mindset dibentuk oleh
pikiran pekerja sendiri dan berulang kali dipikirkannya. Pemberitahuan tak
membuat karyawan berpikir. Tetapi dengan pertanyaan manusia menjadi berpikir (lihat
apa penyebab manusia berpikir). Apa yang terus dipikirkan akan menjadi
tindakan. Taburlah pikiran, maka kita menuai Tindakan. Selamat kembangkan
program berpikir.
Salam improvement
Bila bermanfaat, bagikan melalui :