Pemborosan Antara Training dan Praktek



Bagikan melalui :





Tantangan tersendiri ketika memberikan pelatihan in house training. Peserta tidak hanya cukup dibekali dengan cerita dan gambar-gambar atau video tentang pemborosan yang terjadi. Terlebih jika sikap direksi sangat terbuka kepada mereka. Leader bisa menyuarakan apa saja berkaitan dengan pendapat mereka termasuk, coba prakteknya di produksi kami.

Identifikasi dimulai dari bottleneck process sehingga jika dapat diperbaiki maka akan terjadi peningkatan kapasitas produksi dimana pada akhirnya akan berpengaruh pada peningkatan produktifitas. Ditetapkan proses cross cutting. Bagian cross cutting terdiri dari 8 mesin berjejer.

Berdasar bawaan mesin, meja crosscut hanya diberi lubang untuk gergaji ketika memotong kayu. Setelah diamati maka ada proses potong hasil baik dan proses potong bahan jelek (harus dibuang). Pelaksanaan membuang potongan kecil bahan menggunakan tangan kanan yang membuat Gerakan membuang potongan. Tiap Gerakan membuat membutuhkan waktu 3 sampai dengan 4 detik, handle pisau crosscut dilepas oleh operator.

Setelah dihitung dari bahan Panjang yang dipilih ternyata ada 4 sampai 5 kali, Gerakan tangan membuang potongan kecil dilakukan oleh operator (pemborosan gerak / MOVEMENT). Maka dari keseluruhan bahan Panjang yang di proses jika Gerakan tangan membuang ditiadakan maka akan terjadi peningkatan hasil produksi 18% hingga 22 % ditentukan oleh frekuensi potongan kecil dibuang oleh operator.

Bagaimana jika meja crosscut dibuat lubang sebesar potongan bahan yang dibuang maka operator tidak perlu menggerakkan tangan untuk membuang dan tangan tetap ada di handle gergaji crosscut. Potongan bahan langsung jatuh di kolong meja crosscut. Diperlukan tong sampah lagi, yang diletakkan di bawah kolong meja crosscut dan satu tong sampah ditempat semua, untuk potongan bahan yang lebih Panjang dan tidak masuk ke ukuran lubang meja crosscut.

Setelah percobaan berhasil terjadi penimgkatan, maka perlakuan yang sama juga diterapkan ke 7 mesin crosscut. Pembuangan tong sampah di kolong meja crosscut membutuhkan waktu terutama untuk crosscut yang dekat dengan dinding produksi. Akhirnya diusulkan untuk menggunakan belt conveyor sehingga ke 8 meja crosscut hanya membutuhkan 1 tong sampah dan 1 cadangan ketika sampah dibuang. Pembuangan dilakukan 3 kali dalam 1 hari.

Dengan pemberian contoh, peserta training menjadi jauh lebih paham tentang makna pemborosan. Pemorosan Gerakan sebanyak 3 sampai dengan 4 detik juga perlu dipertimbangkan sebagai sumber perbaikan. Praktek, Latihan dan pembiasaan menjadi kunci kepekaan peserta training tentang makna pemborosan yang menjadi peluang perbaikan.

Salam improvement


Bila bermanfaat, bagikan melalui :