Terbantu dengan Active Learning



Bagikan melalui :





Manager ini sering menyatakan bahwa HRD nya terbantu oleh program berpikir Active Learning. Awalnya ia adalah manager yang paling menentang program Active Learning. Ketidakpahamannya yang menyebabkan ia tak mendukung strategi pengembangan SDM melalui program Latihan berpikir.

Direksi menyatakan bahwa selama saya tidak bisa mendapatkan kepastian bahwa karyawan yang bergabung di perusahaan ini adalah mereka yang paham tentang penyimpangan, paham pekerjaan dan paham tentang nilai-nilai perusahaan maka saya tidak pernah menggantikan program Latihan berpikir ini. Kalian boleh menggantikan jika ada program lain yang saya yakin bisa evaluasi semua karyawan saya paham yang saya harapkan.

Akhirnya kami bertemu Bersama dan saya memberanikan diri agar para manager juga ikutan program Latihan berpikri Active Learning. HRD memiliki peran untuk membantu manager untuk bisa memahami materi yang diberikan. Setelah mengerjakan dan mendapatkan pemahaman, manager menyampaikan ke Direksi, bahwa program ini sebetulnya membantu pekerjaan saya. Semua penyimpangan yang dilakukan karyawan, yang sering terus berulang telah ada dalam materi Latihan berpikir Active Learning.

Manager pun berusaha memberikan bimbingan kepada karyawan yang sulit memahami materi yang perlu dipahami karyawan. Mengapa manager begitu getol untuk membantu karyawan yang belum bisa menyelesaikan materinya sesuai target. Hal ini dikarenakan kebijakan yang dibuat direksi, dimana karyawan yang tidak menyelesaikan materi Latihan berpikir Active Learning, tidak diperbolehkan lanjut kontraknya. Manager tak ingin anak buahnya, tak bisa lanjut.

Berdasar kasus ini, kami pun melakukan pengkajian ulang Bersama team HRD. Dapat diambil kesimpulan, bahwa program tidak bisa menghasilkan perubahan cepat ketika leader belum memahami materi yang perlu dikuasai mereka. Jumlah soalpun dievaluasi dari 50 soal, dinilai terlalu banyak buat karyawan, mereka butuh waktu untuk menyelesaikannya sekitar 10 menit sampai dengan 18 menit. Karyawan sedang dikejar target, sehingga sulit konsentrasi. Kamipun mendisain ulang materi untuk karyawan menjadi 25 soal, yang membutuhkan waktu pengerjaan 6 menit sampai dengan 12 menit.

Kami juga mendisain materi khusus leader, dimana sebelumnya ada leader yang belum bisa menyelesaikan materi dan karyawan bisa lebih dulu. Hal ini bisa menurunkan kredibilitas leader dihadapan karyawan. Disinilah letak ide akan mengalami penyempurnaan ketika dijalankan. Materipun didisain, agar peran HRD dalam memberikan pembinaan semakin berkurang. Maksimal Latihan juga ditetapkan maksimal 9 kali dengan patuh pada prosedur. Target nilai pencapaian juga di evaluasi, hanya khusus materi penyimpangan di disain dengan nilai 100 dan materi lain ditetapkan 90.

Kini leader dan HRD dapat merasakan hasil perjuangan Bersama ini. Dalam mendidik security menangani tabrakan kendaraan dan tugas-tugasnya dapat diselesaikan dengan Latihan berpikir ini. Peran leader dan HRD terus melakukan Analisa kebutuhan pelatihan, terhadap kasus yang terjadi, materi terus mengalami penyempurnaan. Setia pada kasus yang belum ada dalam materi, maka ditambahkan. Knowhow personal menjadi company knowhow.

Hal menarik bagi sang manager adalah menceritakan, perubahan karyawan yang menanyakan kontrak kerjanya mengapa tidak diperpanjang padahal kerja mereka baik. Karyawan memahami bahwa perpanjangan kontrak, bukan ditentukan oleh kinerja mereka yang baik tetapi kebutuhan perusahaan.


Bila bermanfaat, bagikan melalui :